<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Jejaring Komunitas Orang Sawit</title>
	<atom:link href="http://sawitcommunity.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://sawitcommunity.wordpress.com</link>
	<description>Wahana Silaturrahmi dan Berbagi Komunitas Orang Sawit</description>
	<lastBuildDate>Thu, 24 Jun 2010 08:00:22 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='sawitcommunity.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Jejaring Komunitas Orang Sawit</title>
		<link>http://sawitcommunity.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://sawitcommunity.wordpress.com/osd.xml" title="Jejaring Komunitas Orang Sawit" />
	<atom:link rel='hub' href='http://sawitcommunity.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Jelang Ramadhan</title>
		<link>http://sawitcommunity.wordpress.com/2009/08/20/jelang-ramadhan/</link>
		<comments>http://sawitcommunity.wordpress.com/2009/08/20/jelang-ramadhan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 20 Aug 2009 10:04:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sabila Komputama</dc:creator>
				<category><![CDATA[Info Admin]]></category>
		<category><![CDATA[Artikel Islam]]></category>
		<category><![CDATA[puasa]]></category>
		<category><![CDATA[ramadhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sawitcommunity.wordpress.com/?p=28</guid>
		<description><![CDATA[Assalamu&#8217;alaikum warahmatullah wabarakatuh Alhamdulillah Bulan Ramadhan segera datang, insyaAllah. Semoga Allah beri kesempatan kita memasuki, mengisi dan memperoleh rahmat,ampunan, dan janji2-Nya di Bulan Ramadhan dan menjadi modal berharga di kehidupan selanjutnya. Amin ya Allah. Informasi : Selama Ramadhan : Join di www.kloningbisnis.com (melalui Link ini saja) Cukup transfer total 50 ribu ( biasa nya 100rb) [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sawitcommunity.wordpress.com&amp;blog=6298545&amp;post=28&amp;subd=sawitcommunity&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu&#8217;alaikum warahmatullah wabarakatuh</p>
<p>Alhamdulillah Bulan Ramadhan segera datang, insyaAllah.<br />
Semoga Allah beri kesempatan kita memasuki, mengisi dan memperoleh rahmat,ampunan, dan janji2-Nya di Bulan Ramadhan dan menjadi modal berharga di kehidupan selanjutnya. Amin ya Allah.</p>
<p><strong>Informasi :</strong><br />
Selama Ramadhan :<br />
Join di <a href="http://kloningbisnis.com/?id=hanung">www.kloningbisnis.com</a> (melalui Link ini saja)<br />
Cukup transfer total 50 ribu ( biasa nya 100rb) ke :</p>
<p>Data Rekening :<br />
Rekening Bank Muamalat<br />
No = 9078472499<br />
an = Hanung Anggo Yudanto</p>
<p>atau :<br />
Rekening BCA (punya adik kandung)<br />
BCA KCP Kartasura<br />
No = 3930283290<br />
an = Hanani Retno Kusmintarsih</p>
<p><strong>Hadiah :</strong></p>
<p>Ebook panduan Ramadhan (silakan download) <a href="http://www.2shared.com/file/7274170/d0461715/buku_panduan_ramadhan.html">DI SINI</a></p>
<p><strong>Tradisi Bermaafan Sebelum Puasa</strong></p>
<p>Assalamualaikum wr wb ustadz, Pertanyaan saya sebagai berikut: Apakah bermaaf-mafan sebelum memasuki bulan Ramadhan sejalan dengan Hadis Rosululloh SAW? Bila ya, bisa ustadz tolong jelaskan dengan hadisnya.</p>
<p>Jawaban :</p>
<p>Assalamu &#8216;alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Sepanjang apa yang kami ketahui, sampai saat ini -wallahu a&#8217;lam- kami masih belum menemukan nash hadits yangmenyebutkan bahwa Rasulullah SAW memerintahkan atau mencontohkan kita untuk saling bermaafan, khususnya pada saat menjelang masuknya bulan Ramadhan. Entahlah barangkali ada ustadz atau ulama hadits yang menemukan dalilnya. Tentu kalau ada dan shahih serta eksplisit redaksinya, kita pun perlu untuk melakukannya.</p>
<p>Adapun bermaaf-maafan secara umum, tidak terkait dengn masuknya bulan Ramadhan, sudah tidak perlu dipermasalahkan lagi. Begitu banyak dalil untuk meminta maaf dan memberi maaf.</p>
<p>Salah satunya adalah firman Allah SWT berikut ini: &#8220;Maka maafkanlah dan biarkanlah mereka, sampai Allah mendatangkan perintah-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu&#8221;.(QS. Al-Baqarah: 109)</p>
<p>Demikian juga di dalam ayat lain disebutkan bahwa memaafkan orang lain adalah sifat orang bertaqwa. Sementara tujuan kita berpuasa adalah juga agar kita menjadi orang yang bertaqwa.</p>
<p>&#8220;Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, yaitu orang-orang yang menafkahkan, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.&#8221;(QS. Ali Imran: 132-133)</p>
<p>Di dalam ayat lain, disebutkan bahwa memaafkan kesalahan orang lain itu mendekatkan kita kepada sifat taqwa. Dan taqwa adalah tujuan dari kita berpuasa. Dan memberi maaf itu lebih dekat kepada takwa. (QS. Al-Baqarah: 237)</p>
<p>Memaafkan kesalahan orang lain adalah sebuah ibadah yang mulia. Dan sebagai muslim, Allah SWT telah mewajibkan kita untuk memberi maaf kepada orang lain. Sehingga hukum memberi maaf itu adalah wajib &#8216;ain, sebagaimana firman Allah SWT berikut ini:</p>
<p>&#8220;Jadilah engkau pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang ma&#8217;ruf, serta berpalinglah dari pada orang-orang yang bodoh.&#8221;(QS. Al-A&#8217;raf: 199)</p>
<p>Selain itu, memaafkan kesalahan orang lain yang telah berbuat salah itu akan diganjar oleh Allah SWT dengan ampunan atas dosa-dosa kita kepada Allah.</p>
<p>&#8220;Dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin bahwa Allah mengampunimu? Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang&#8221; (QS. An-Nuur: 22)</p>
<p>Meski pun seorang yang dizalimi dibenarkan untuk membalas, namun memaafkanjauh lebih baik, di mana Allah akan memberi ganjaran dan pahala tersendiri.</p>
<p>&#8220;Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang serupa, maka barang siapa memaafkan dan berbuat baik maka pahalanya atas Allah. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang zalim&#8221;.(QS. Asy-Syura: 40)</p>
<p>Even untuk Saling Memaafkan Secara umum saling bermaafan itu dilakukan kapan saja, tidak harus menunggu even Ramadhan atau Idul Fithri. Karena memang tidak ada hadits atau atsar yang menunjukkan ke arah sana.</p>
<p>Namun kalau kita mau telusuri lebih jauh, mengapa sampai muncul trend demikian, salah satu analisanya adalah bahwa bulan Ramadhan itu adalah bulan pencucian dosa. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW tentang hal itu.</p>
<p>&#8220;Dari Abi Hurairah ra. bahwa Rasulullah SAW bersabda, Siapa yang menegakkan Ramadhan dengan iman dan ihtisab, maka Allah telah mengampuni dosanya yang telah lalu.&#8221; (HR Bukhari dan Muslim)</p>
<p>Kalau Allah SWT sudah menjanjikan pengampunan dosa, maka tinggal memikirkan bagaimana meminta maaf kepada sesama manusia. Sebab dosa yang bersifat langsung kepada Allah SWT pasti diampuni sesuai janji Allah SWT, tapi bagaimana dengan dosa kepada sesama manusia? Jangankan orang yang menjalankan Ramadhan, bahkan mereka yang mati syahid sekalipun, kalau masih ada sangkutan dosa kepada orang lain, tetap belum bisa masuk surga.</p>
<p>Oleh karena itu, biar bisa dipastikan semua dosa terampuni, maka selain minta ampun kepada Allah di bulan Ramadhan, juga meminta maaf kepada sesama manusia, agar bisa lebih lengkap. Demikian latar belakangnya. Maka meski tidak ada dalil khusus yang menunjukkan bahwa Rasulullah SAW melakukan saling bermafaan menjelang Ramadha, tetapi tidak ada salahnya bila setiap orang melakukannya.</p>
<p>Memang seharusnya bukan hanya pada momentum Ramadhan saja, sebab meminta maaf itu dilakukan kapan saja dan kepada siapa saja. Idealnya yang dilakukan bukan sekedar berbasa-basi minta maaf atau memaafkan, tetapi juga menyelesaikan semua urusan. Seperti hutang-hutang dan lainnya. Agar ketika memasuki Ramadhan, kita sudah bersih dari segala sangkutan kepada sesama manusia.</p>
<p>Beramaafan boleh dilakukan kapan saja, menjelang Ramadhan, sesudahnya atau pun di luar bulan itu. Dan rasanya tidak perlu kita sampai mengeluarkan vonis bid&#8217;ah bila ada fenomena demikian, hanya lantaran tidak ada dalil yang bersifat eksplisit.</p>
<p>Sebab kalau semua harus demikian, maka hidup kita ini akan selalu dibatasi dengan beragam bid&#8217;ah. Bukankah ceramah tarawih, ceramah shubuh, ceramah dzhuhur, ceramah menjelang berbuka puasa, bahkan kepanitiaan I&#8217;tikaf Ramadhan, pesantren kilat Ramadhan, undangan berbuka puasa bersama, semuanya pun tidak ada dalilnya yang bersifat eksplisit?</p>
<p>Lalu apakah kita akan mengatakan bahwa semua orang yang melakukan kegiatan itu sebagai ahli bid&#8217;ah dan calon penghuni neraka? Kenapa jadi mudah sekali membuat vonis masuk neraka? Apakah semua kegiatan itu dianggap sebagai sebuah penyimpangan esensial dari ajaran Islam? Hanya lantaran dianggap tidak sesuai dengan apa terjadi di masa nabi?</p>
<p>Kita umat Islam tetap bisa membedakan mana ibadah mahdhah yang esensial, dan mana yang merupakan kegiatan yang bersifat teknis non formal.</p>
<p>Semua yang disebutkan di atas itu hanya semata kegiatan untuk memanfaatkan momentum Ramadhan agar lebih berarti. Sama sekali tidak ada kaitannya dengan niat untuk merusak dan menambahi masalah agama.</p>
<p>Namun kita tetap menghormati kecenderungan saudara-saudara kita yang gigih mempertahankan umat dari ancaman dan bahaya bidâ€ah. Isnya Allah niat baik mereka baik dan luhur.</p>
<p>Wallahu a&#8217;lam bishshawab, wassalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh,</p>
<p>Ahmad Sarwat, Lc</p>
<p>http://mediaislam.myblogrepublika.com/tradisi-bermaafan-sebelum-puasa/</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sawitcommunity.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sawitcommunity.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sawitcommunity.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sawitcommunity.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sawitcommunity.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sawitcommunity.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sawitcommunity.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sawitcommunity.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sawitcommunity.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sawitcommunity.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sawitcommunity.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sawitcommunity.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sawitcommunity.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sawitcommunity.wordpress.com/28/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sawitcommunity.wordpress.com&amp;blog=6298545&amp;post=28&amp;subd=sawitcommunity&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sawitcommunity.wordpress.com/2009/08/20/jelang-ramadhan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ede617a81c6340b0e4015517f8a7e324?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">SolusiBisnis</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>3 Langkah Menjadi Manusia Terbaik</title>
		<link>http://sawitcommunity.wordpress.com/2009/01/30/3-langkah-menjadi-manusia-terbaik/</link>
		<comments>http://sawitcommunity.wordpress.com/2009/01/30/3-langkah-menjadi-manusia-terbaik/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Jan 2009 03:50:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sabila Komputama</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Islam]]></category>
		<category><![CDATA[dakwatuna]]></category>
		<category><![CDATA[manusia terbaik]]></category>
		<category><![CDATA[sukses]]></category>
		<category><![CDATA[usaha]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sawitcommunity.wordpress.com/?p=24</guid>
		<description><![CDATA[dakwatuna.com Muhammad Bugi - Ada hadits pendek namun sarat makna dikutip Imam Suyuthi dalam bukunya Al-Jami’ush Shaghir. Bunyinya, “Khairun naasi anfa’uhum linnaas.” Terjemahan bebasnya: sebaik-baik manusia adalah siapa yang paling banyak bermanfaat bagi orang lain. Derajat hadits ini ini menurut Imam Suyuthi tergolong hadits hasan. Syeikh Nasiruddin Al-Bani dalam bukunya Shahihul Jami’ush Shagir sependapat dengan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sawitcommunity.wordpress.com&amp;blog=6298545&amp;post=24&amp;subd=sawitcommunity&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>dakwatuna.com Muhammad Bugi -</strong> Ada hadits pendek namun sarat makna dikutip Imam Suyuthi dalam bukunya <em>Al-Jami’ush Shaghir</em>. Bunyinya, “<em>Khairun naasi anfa’uhum linnaas</em>.” Terjemahan bebasnya: sebaik-baik manusia adalah siapa yang paling banyak bermanfaat bagi orang lain.</p>
<p>Derajat hadits ini ini menurut Imam Suyuthi tergolong hadits hasan. Syeikh Nasiruddin Al-Bani dalam bukunya <em>Shahihul Jami’ush Shagir</em> sependapat dengan penilaian Suyuthi.</p>
<p>Adalah aksioma bahwa manusia itu makhluk sosial. Tak ada yang bisa membantah. Tidak ada satu orangpun yang bisa hidup sendiri. Semua saling berketergantungan. Saling membutuhkan.</p>
<p>Karena saling membutuhkan, pola hubungan seseorang dengan orang lain adalah untuk saling mengambil manfaat. Ada yang memberi jasa dan ada yang mendapat jasa. Si pemberi jasa mendapat imbalan dan penerima jasa mendapat manfaat. Itulah pola hubungan yang lazim. Adil.</p>
<p>Jika ada orang yang mengambil terlalu banyak manfaat dari orang lain dengan pengorbanan yang amat minim, naluri kita akan mengatakan itu tidak adil. Orang itu telah berlaku curang. Dan kita akan mengatakan seseorang berbuat jahat ketika mengambil banyak manfaat untuk dirinya sendiri dengan cara yang curang dan melanggar hak orang lain.</p>
<p>Begitulah hati sanubari kita, selalu menginginkan pola hubungan yang saling ridho dalam mengambil manfaat dari satu sama lain. Jiwa kita akan senang dengan orang yang mengambil manfaat bagi dirinya dengan cara yang baik. Kita anggap seburuk-buruk manusia orang yang mengambil manfaat banyak dari diri kita dengan cara yang salah. Apakah itu menipu, mencuri, dan mengambil paksa, bahkan dengan kekerasan.</p>
<p>Namun yang luar biasa adalah orang lebih banyak memberi dari mengambil manfaat dalam berhubungan dengan orang lain. Orang yang seperti ini kita sebut orang yang terbaik di antara kita. Dermawan. Ikhlas. Tanpa pamrih. Tidak punya <em>vested interes</em>.</p>
<p>Orang yang selalu menebar kebaikan dan memberi manfaat bagi orang lain adalah sebaik-baik manusia. Kenapa Rasulullah saw. menyebut seperti itu? Setidaknya ada empat alasan. Pertama, karena ia dicintai Allah swt. Rasulullah saw. pernah bersabda yang bunyinya kurang lebih, orang yang paling dicintai Allah adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain. Siapakah yang lebih baik dari orang yang dicintai Allah?</p>
<p>Alasan kedua, karena ia melakukan amal yang terbaik. Kaidah usul fiqih menyebutkan bahwa kebaikan yang amalnya dirasakan orang lain lebih bermanfaat ketimbang yang manfaatnya dirasakan oleh diri sendiri. Apalagi jika spektrumnya lebih luas lagi. Amal itu bisa menyebabkan orang seluruh negeri merasakan manfaatnya. Karena itu tak heran jika para sahabat ketika ingin melakukan suatu kebaikan bertanya kepada Rasulullah, amal apa yang paling afdhol untuk dikerjakan. Ketika musim kemarau dan masyarakat kesulitan air, Rasulullah berkata membuat sumur adalah amal yang paling utama. Saat seseorang ingin berjihad sementara ia punya ibu yang sudah sepuh dan tidak ada yang merawat, Rasulullah menyebut berbakti kepada si ibu adalah amal yang paling utama bagi orang itu.</p>
<p>Ketiga, karena ia melakukan kebaikan yang sangat besar pahalanya. Berbuat sesuatu untuk orang lain besar pahalanya. Bahkan Rasulullah saw. berkata, “Seandainya aku berjalan bersama saudaraku untuk memenuhi suatu kebutuhannya, maka itu lebih aku cintai daripada I;tikaf sebulan di masjidku ini.” (Thabrani). Subhanallah.</p>
<p>Keempat, memberi manfaat kepada orang lain tanpa pamrih, mengundang kesaksian dan pujian orang yang beriman. Allah swt. mengikuti persangkaan hambanya. Ketika orang menilai diri kita adalah orang yang baik, maka Allah swt. menggolongkan kita ke dalam golongan hambanya yang baik-baik.</p>
<p>Pernah suatu ketika lewat orang membawa jenazah untuk diantar ke kuburnya. Para sahabat menyebut-nyebut orang itu sebagai orang yang tidak baik. Kemudian lewat lagi orang-orang membawa jenazah lain untuk diantar ke kuburnya. Para sahabat menyebut-nyebut kebaikan si mayit. Rasulullah saw. membenarkan. Seperti itu jugalah Allah swt. Karena itu di surat At-Taubah ayat 105, Allah swt. menyuruh Rasulullah saw. untuk memerintahkan kita, orang beriman, untuk beramal sebaik-baiknya amal agar Allah, Rasul, dan orang beriman menilai amal-amal kita. Di hari akhir, Rasul dan orang-orang beriman akan menjadi saksi di hadapan Allah bahwa kita seperti yang mereka saksikan di dunia.</p>
<p>Untuk bisa menjadi orang yang banyak memberi manfaat kepada orang lain, kita perlu menyiapkan beberapa hal dalam diri kita. Pertama, tingkatkan derajat keimanan kita kepada Allah swt. Sebab, amal tanpa pamrih adalah amal yang hanya mengharap ridho kepada Allah. Kita tidak meminta balasan dari manusia, cukup dari Allah swt. saja balasannya. Ketika iman kita tipis terkikis, tak mungkin kita akan bisa beramal ikhlas Lillahi Ta’ala.</p>
<p>Ketika iman kita memuncak kepada Allah swt., segala amal untuk memberi manfaat bagi orang lain menjadi ringan dilakukan. Bilal bin Rabah bukanlah orang kaya. Ia hidup miskin. Namun kepadanya, Rasulullah saw. memerintahkan untuk bersedekah. Sebab, sedekah tidak membuat rezeki berkurang. Begitu kata Rasulullah saw. Bilal mengimani janji Rasulullah saw. itu. Ia tidak ragu untuk bersedekah dengan apa yang dimiliki dalam keadaan sesulit apapun.</p>
<p>Kedua, untuk bisa memberi manfaat yang banyak kepada orang lain tanpa pamrih, kita harus mengikis habis sifat egois dan rasa serakah terhadap materi dari diri kita. Allah swt. memberi contoh kaum Anshor. Lihat surat Al-Hasyr ayat 9. Merekalah sebaik-baik manusia. Memberikan semua yang mereka butuhkan untuk saudara mereka kaum Muhajirin. Bahkan, ketika kaum Muhajirin telah mapan secara financial, tidak terbetik di hati mereka untuk meminta kembali apa yang pernah mereka beri.</p>
<p>Yang ketiga, tanamkan dalam diri kita logika bahwa sisa harta yang ada pada diri kita adalah yang telah diberikan kepada orang lain. Bukan yang ada dalam genggaman kita. Logika ini diajarkan oleh Rasulullah saw. kepada kita. Suatu ketika Rasulullah saw. menyembelih kambing. Beliau memerintahkan seoran sahabat untuk menyedekahkan daging kambing itu. Setelah dibagi-bagi, Rasulullah saw. bertanya, berapa yang tersisa. Sahabat itu menjawab, hanya tinggal sepotong paha. Rasulullah saw. mengoreksi jawaban sahabat itu. Yang tersisa bagi kita adalah apa yang telah dibagikan.</p>
<p>Begitulah. Yang tersisa adalah yang telah dibagikan. Itulah milik kita yang hakiki karena kekal menjadi tabungan kita di akhirat. Sementara, daging paha yang belum dibagikan hanya akan menjadi sampah jika busuk tidak sempat kita manfaatkan, atau menjadi kotoran ketika kita makan. Begitulah harta kita. Jika kita tidak memanfaatkannya untuk beramal, maka tidak akan menjadi milik kita selamanya. Harta itu akan habis lapuk karena waktu, hilang karena kematian kita, dan selalu menjadi intaian ahli waris kita. Maka tak heran jika dalam sejarah kita melihat bahwa para sahabat dan salafussaleh enteng saja menginfakkan uang yang mereka miliki. Sampai sampai tidak terpikirkan untuk menyisakan barang sedirham pun untuk diri mereka sendiri.</p>
<p>Keempat, kita akan mudah memberi manfaat tanpa pamrih kepada orang lain jika dibenak kita ada pemahaman bahwa sebagaimana kita memperlakukan seperti itu jugalah kita akan diperlakukan. Jika kita memuliakan tamu, maka seperti itu jugalah yang akan kita dapat ketika bertamu. Ketika kita pelit ke tetangga, maka sikap seperti itu jugalah yang kita dari tetangga kita.</p>
<p>Kelima, untuk bisa memberi, tentu Anda harus memiliki sesuatu untuk diberi. Kumpulkan bekal apapun bentuknya, apakah itu finansial, pikiran, tenaga, waktu, dan perhatian. Jika kita punya air, kita bisa memberi minum orang yang harus. Jika punya ilmu, kita bisa mengajarkan orang yang tidak tahu. Ketika kita sehat, kita bisa membantu beban seorang nenek yang menjinjing tak besar. Luangkan waktu untuk bersosialisasi, dengan begitu kita bisa hadir untuk orang-orang di sekitar kita.</p>
<p>Mudah-muhan yang sedikit ini bisa menginspirasi.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sawitcommunity.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sawitcommunity.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sawitcommunity.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sawitcommunity.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sawitcommunity.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sawitcommunity.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sawitcommunity.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sawitcommunity.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sawitcommunity.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sawitcommunity.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sawitcommunity.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sawitcommunity.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sawitcommunity.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sawitcommunity.wordpress.com/24/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sawitcommunity.wordpress.com&amp;blog=6298545&amp;post=24&amp;subd=sawitcommunity&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sawitcommunity.wordpress.com/2009/01/30/3-langkah-menjadi-manusia-terbaik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ede617a81c6340b0e4015517f8a7e324?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">SolusiBisnis</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Boyolali Kota Minapolitan</title>
		<link>http://sawitcommunity.wordpress.com/2009/01/24/boyolali-kota-minapolitan/</link>
		<comments>http://sawitcommunity.wordpress.com/2009/01/24/boyolali-kota-minapolitan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 24 Jan 2009 07:07:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sabila Komputama</dc:creator>
				<category><![CDATA[Info Boyolali]]></category>
		<category><![CDATA[Info Sawit]]></category>
		<category><![CDATA[boyolali]]></category>
		<category><![CDATA[kampung lele]]></category>
		<category><![CDATA[minapolitan]]></category>
		<category><![CDATA[sawit]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sawitcommunity.wordpress.com/?p=20</guid>
		<description><![CDATA[19/08/2008 08:19:32 BOYOLALI (KR) Kabupaten Boyolali diproyeksikan menjadi salah satu dari dua daerah di Indonesia yang bakal dijadikan kota minapolitan. Konsep minapolitan adalah daerah yang diciptakan dengan basis ekonomi sub sektor peternakan. Untuk wilayah Kabupaten Boyolali sub sektor peternakan yang diandalkan adalah peternakan ikan lele yang kini telah dikembangkan di Kampung Lele Desa Tegalrejo, Kecamatan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sawitcommunity.wordpress.com&amp;blog=6298545&amp;post=20&amp;subd=sawitcommunity&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="author">
<p><span class="date2"><span style="font-size:10pt;">19/08/2008 08:19:32</span></span><span style="margin-right:5px;padding:5px;"> <strong><span style="margin-right:5px;padding:5px;">BOYOLALI (KR)</span></strong><span style="font-size:10pt;"></span></span></p>
<p><span style="margin-right:5px;padding:5px;"><span style="font-size:10pt;">Kabupaten Boyolali diproyeksikan menjadi salah satu dari dua daerah di Indonesia yang bakal dijadikan kota minapolitan. Konsep minapolitan adalah daerah yang diciptakan dengan basis ekonomi sub sektor peternakan. Untuk wilayah Kabupaten Boyolali sub sektor peternakan yang diandalkan adalah peternakan ikan lele yang kini telah dikembangkan di Kampung Lele Desa Tegalrejo, Kecamatan Sawit Boyolali.<br />
Bupati Boyolali Sri Moeljanto mengatakan untuk proyek minapolitan ini Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP) telah menyatakan siap menggelontorkan bantuan dana sebesar Rp 700 juta untuk mengembangkan peternakan ikan lele menjadi produk yang siap go internasional. “Pemkab Boyolali sudah siap mendukung program Departemen Kelautan dan Perikanan, karena ini merupakan peluang mengembangkan ekonomi rakyat Boyolali,” tambahnya, Kamis (14/8). Pemkab Boyolali menyiapkan tiga lokasi yang akan digunakan untuk areal pembudidayaan dan pengolahan produk ikan lele.</span></span></p>
<p><span style="margin-right:5px;padding:5px;"><span style="font-size:10pt;"><!--[if gte vml 1]&gt;                    &lt;![endif]--><!--[if !vml]--><!--[endif]--><span id="more-20"></span><br />
Nantinya, tambahnya, dana Rp 700 juta tersebut akan dialokasikan untuk membantu pembangunan sentra pengolahan, gedung dan kolam pengasapan ikan lele yang merupakan satu-satunya di Indonesia. “Potensi SDM sudah cukup memadai, begitu juga SDA-nya juga sudah ada, karena itu Pemkab Boyolali berkomitmen kuat untuk mendukung konsep pembangunan minapolitan,” katanya.<br />
Konsep minapolitan, menurut Sri Moeljanto, merupakan daerah yang diciptakan dengan basis ekonomi sub sektor perikanan. Kawasan tersebut akan dijadikan kota perikanan yang direncanakan mampu tumbuh dan berkembang sejalan dengan komuditas unggulan dan usaha agribisnis yang dikembangkan. Struktur minapolitan terdiri dari kota tani (desa dengan fasilitas kota) sebagai pusat kegiatan, pusat pelayanan agribisnis, serta kawasan desa pemasok bahan baku berupa produksi primer.<br />
Sesuai dengan program DKP, potensi produk ikan lele di Boyolali ini akan dijadikan salah satu ikon nasional bidang perikanan. Potensi ini akan diangkat ke tingkat internasional sebagaimana telah dilakukan pemerintah Jepang yang telah mengenalkan ikon potensi desanya ke tingkat internasional.<br />
Untuk mengawali pengangkatan lele Boyolali sebagai salah satu ikon nasional, di Desa Tegalrejo Kecamaan Sawit yang telah berdiri lokasi ‘Kampung Lele’ akan dibangun infrastruktur pembudidayaan dan pengolahan lele. Dana yang disiapkan DKP sebesar Rp 700 juta, bersumber dari APBN, antara lain untuk pembangunan sentra pengolahan dan pembangunan kolam khusus pengasapan ikan lele.<br />
Kampung lele di Kecamatan Sawit ini sekarang telah mampu menghasilkan lebih dari 10 ton ikan lele per hari. Ikan lele itu kemudian diolah menjadi berbagai produk olahan, antara lain abon, nuget, kripik serta dalam bentuk ikan segar. Sementara jumlah kelompok peternak ikan lele di Kampung Lele sekarang lebih dari 100 kelompok peternak yang tergabung dalam Kelompok Tani Mina Usaha. <strong>(Dis/Ths)-c</strong></span></span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sawitcommunity.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sawitcommunity.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sawitcommunity.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sawitcommunity.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sawitcommunity.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sawitcommunity.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sawitcommunity.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sawitcommunity.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sawitcommunity.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sawitcommunity.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sawitcommunity.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sawitcommunity.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sawitcommunity.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sawitcommunity.wordpress.com/20/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sawitcommunity.wordpress.com&amp;blog=6298545&amp;post=20&amp;subd=sawitcommunity&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sawitcommunity.wordpress.com/2009/01/24/boyolali-kota-minapolitan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ede617a81c6340b0e4015517f8a7e324?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">SolusiBisnis</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Presiden Panen Lele di Boyolali</title>
		<link>http://sawitcommunity.wordpress.com/2009/01/24/presiden-panen-lele-di-boyolali/</link>
		<comments>http://sawitcommunity.wordpress.com/2009/01/24/presiden-panen-lele-di-boyolali/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 24 Jan 2009 06:51:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sabila Komputama</dc:creator>
				<category><![CDATA[Info Boyolali]]></category>
		<category><![CDATA[Info Sawit]]></category>
		<category><![CDATA[boyolali]]></category>
		<category><![CDATA[kampung lele]]></category>
		<category><![CDATA[panen lele]]></category>
		<category><![CDATA[presiden sby]]></category>
		<category><![CDATA[sawit]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sawitcommunity.wordpress.com/?p=14</guid>
		<description><![CDATA[Laporan Wartawan Kompas Wisnu Nugroho A BOYOLALI, KOMPAS - Presiden didampingi Ny Ani Bambang Yudhoyono dan puluhan anggota rombongan meninjau dan memanen lele di Kampung Lele, Desa Tegalrejo, Kecamatan Sawit, Boyolali, Jawa Tengah, Selasa (20/2). Dalam peninjauan dan panen ini, bantuan senilai lebih dari Rp 1,1 miliar diberikan Presiden untuk pengembangan budidaya lele. Bantuan Presiden [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sawitcommunity.wordpress.com&amp;blog=6298545&amp;post=14&amp;subd=sawitcommunity&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span class="txttagline"> </span></p>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="4" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td bgcolor="#f2f2f2"></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><!-- SOURCE LOGO--></p>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="327" align="right"><!---PHOTO--></p>
<tbody>
<tr>
<td width="6"></td>
<td width="318">
<div>
<p><!---Dalam artikel 2--></div>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><span class="bodytext01"><strong>Laporan Wartawan Kompas Wisnu Nugroho A</strong><br />
<strong>BOYOLALI, KOMPAS -</strong> Presiden didampingi Ny Ani Bambang Yudhoyono dan puluhan anggota rombongan meninjau dan memanen lele di Kampung Lele, Desa Tegalrejo, Kecamatan Sawit, Boyolali, Jawa Tengah, Selasa (20/2). Dalam peninjauan dan panen ini, bantuan senilai lebih dari Rp 1,1 miliar diberikan Presiden untuk pengembangan budidaya lele.</span></p>
<p>Bantuan Presiden senilai lebih dari Rp 1,1 miliar diwujudkan dalam bentuk 20 paket bibit induk lele dumbo strain Sangkuriang (300 ekor) kepada Kelompok Trajumas. Subsidi benih juga diberikan untuk 15 juta ekor lele dan satu juta ekor nila senilai Rp 500 juta kepada Kelompok Karya Mina Utama Budidaya Lele Tegalrejo. Kemudian bantuan penataan dan perbaikan prasarana kawasan perkolaman lele di Desa Tegalrejo senilai Rp 600 juta kepada Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Boyolali.</p>
<p><span id="more-14"></span></p>
<p>Dalam kesempatan ini, Presiden menyematkan Satya Lencana Wira Karya kepada Ketua Kelompok Pembididaya Lele Darseno yang dinilai berjasa dan berhasil.</p>
<p>Sejumlah menteri dan perangkat wajib Presiden seperti pasukan pengamanan presiden turut mendampingi Presiden yang datang dari Jakarta dengan pesawat khusus Garuda Indonesia Boeing 737-500. Mereka adalah Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat Aburizal Bakrie, Menteri Pertanian Anton Apriantono, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Menteri Perhubungan Hatta Radjasa, Menteri Negara Pembangunan Daerah Tertinggal Saifullah Yusuf, dan Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil dan Menegah Suryadharma Ali.</p>
<p>Sekretaris Kabinet Sudi SIlalahi dan jajaran staf khusus presiden juga turut dalam rombongan. Mereka adalah Kurdi Mustafa,Dino Patti Djalal, Andi Mallarangeng, Heru Lelono, dan Yenny Wahid. Menteri Perikanan dan Kelautan Freddy Numberi telah berada lebih awal di Boyolali untuk peninjauan dan panen lele ini.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sawitcommunity.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sawitcommunity.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sawitcommunity.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sawitcommunity.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sawitcommunity.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sawitcommunity.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sawitcommunity.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sawitcommunity.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sawitcommunity.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sawitcommunity.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sawitcommunity.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sawitcommunity.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sawitcommunity.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sawitcommunity.wordpress.com/14/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sawitcommunity.wordpress.com&amp;blog=6298545&amp;post=14&amp;subd=sawitcommunity&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sawitcommunity.wordpress.com/2009/01/24/presiden-panen-lele-di-boyolali/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ede617a81c6340b0e4015517f8a7e324?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">SolusiBisnis</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Membangun Masa Depan</title>
		<link>http://sawitcommunity.wordpress.com/2009/01/24/membangun-masa-depan/</link>
		<comments>http://sawitcommunity.wordpress.com/2009/01/24/membangun-masa-depan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 24 Jan 2009 06:32:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sabila Komputama</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[masa depan]]></category>
		<category><![CDATA[optimis]]></category>
		<category><![CDATA[semangat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sawitcommunity.wordpress.com/?p=11</guid>
		<description><![CDATA[Membangun Masa Depan Mulai Hari Ini! Hari ini adalah saat kita menanam benih, dan masa depan adalah waktu untuk memanen. Karena itu, siapapun yang ingin tahu masa depannya, maka lihatlah apa yang dilakukannya sekarang. Orang paling rugi di dunia ini adalah orang yang diberikan modal, tapi modal itu ia hamburkan sia-sia. Dan, modal termahal dalam [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sawitcommunity.wordpress.com&amp;blog=6298545&amp;post=11&amp;subd=sawitcommunity&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="font-weight:bold;">Membangun Masa Depan Mulai Hari Ini!</p>
<p>Hari ini adalah saat kita menanam benih, dan masa depan adalah waktu untuk memanen. Karena itu, siapapun yang ingin tahu masa depannya, maka lihatlah apa yang dilakukannya sekarang.<br />
Orang paling rugi di dunia ini adalah orang yang diberikan modal, tapi modal itu ia hamburkan sia-sia. Dan, modal termahal dalam hidup adalah waktu. Dalam QS Al-’Asher [103] ayat 1-3, Allah SWT berfirman bahwa untung ruginya manusia dapat diukur dari sikapnya terhadap waktu. Kalau ia berani menghamburkan waktunya, maka ia tergolong orang yang menyia-nyiakan kehidupan. Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasihat menasihati supaya menaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran.<br />
Ada tiga jenis waktu. Pertama, masa lalu. Ia sudah lewat, sehingga ada di luar kontrol kita. Banyak orang sengsara hari ini gara-gara masa lalunya yang memalukan. Karena itu, kita harus selalu waspada jangan sampai masa lalu merusak hari kita. Kedua, masa depan. Kita sering panik menghadapi masa depan. Tanah kian mahal, pekerjaan semakin sulit, dan lainnya. Walau demikian, masa lalu dan masa depan kuncinya adalah hari ini. Inilah bentuk waktu yang ketiga.<br />
Seburuk apa pun masa lalu kita, kalau hari ini kita benar-benar bertaubat dan memperbaiki diri, insya Allah semua keburukan itu akan terhapuskan. Demikian pula dengan masa datang. Maka sungguh mengherankan melihat orang yang bercita-cita tapi tidak melakukan apa pun untuk meraihnya. Padahal hari ini adalah saat kita menanam benih, dan masa depan adalah waktu untuk memanen. Karena itu, siapapun yang ingin tahu masa depannya, maka lihatlah apa yang dilakukannya sekarang.</p>
<p><span id="more-11"></span></p>
<p><span class="fullpost"><span style="font-weight:bold;">Belajar Menghitung</span></span></p>
<p><span class="fullpost">Saudaraku, kita harus mulai menghitung semua yang kita lakukan. Ucapan kita sekarang adalah sebuah jaminan. Kita bisa terpuruk hanya dengan satu patah kata. Kita pun bisa menuai kemuliaan dengan kata-kata. Uang yang kita dapatkan sekarang adalah tabungan masa depan. Bila kita dapatkan dengan cara tidak halal, niscaya aibnya akan segera kita rasakan.</span></p>
<p><span class="fullpost">Karena itu, terlalu bodoh andai kita melakukan hal yang sia-sia. Detik demi detik harus kita tanam sebaik mungkin, karena inilah bibit yang buahnya akan kita petik di masa depan. Kalau kita terbiasa berhati-hati dalam berbicara, dalam bersikap, dalam mengambil keputusan, dalam menjaga pikiran dan hati, maka kapan pun malaikat maut menjemput, kita akan selalu siap. Tapi kalau kita bicara sepuasnya, berpikir sebebasnya, tak usah heran bila saat kematian menjadi saat paling menakutkan.</span></p>
<p><span class="fullpost"><span style="font-weight:bold;">Menyongsong Masa Depan Cerah</span></span></p>
<p><span class="fullpost">Ada tiga cara agar masa depan kita cerah. Pertama, pastikanlah hari-hari kita menjadi sarana penambah keyakinan pada Allah. Kita tidak akan pernah tenteram dalam hidup kecuali dengan keyakinan pada Allah SWT. Pupuk dari keyakinan adalah ilmu. Orang-orang yang tidak suka menuntut ilmu, maka imannya tidak akan bertambah. Bila iman tidak bertambah, maka hidup pun akan mudah goyah.</span></p>
<p><span class="fullpost">Kedua, tiada hari berlalu kecuali jadi amal. Di mana pun kita berada lakukan yang terbaik. Segala sesuatu harus menjadi amal. Dilihat atau tidak dilihat kita jalan terus.</span></p>
<p><span class="fullpost">Ketiga, terus melatih diri agar mampu menasihati orang lain dalam kebenaran dan kesabaran, dan terus melatih diri untuk mampu menerima nasihat dalam kebenaran dan kesabaran. Kita akan mampu memberi nasihat, kalau kita senang diberi nasihat. Wallahu a’lam.</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sawitcommunity.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sawitcommunity.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sawitcommunity.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sawitcommunity.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sawitcommunity.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sawitcommunity.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sawitcommunity.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sawitcommunity.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sawitcommunity.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sawitcommunity.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sawitcommunity.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sawitcommunity.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sawitcommunity.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sawitcommunity.wordpress.com/11/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sawitcommunity.wordpress.com&amp;blog=6298545&amp;post=11&amp;subd=sawitcommunity&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sawitcommunity.wordpress.com/2009/01/24/membangun-masa-depan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ede617a81c6340b0e4015517f8a7e324?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">SolusiBisnis</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Salam Hangat</title>
		<link>http://sawitcommunity.wordpress.com/2009/01/24/hello-world/</link>
		<comments>http://sawitcommunity.wordpress.com/2009/01/24/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 24 Jan 2009 05:05:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sabila Komputama</dc:creator>
				<category><![CDATA[Info Admin]]></category>
		<category><![CDATA[jejaring]]></category>
		<category><![CDATA[komunitas]]></category>
		<category><![CDATA[orang sawit]]></category>
		<category><![CDATA[salam hangat]]></category>
		<category><![CDATA[sawit]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Blog ini insyaAllah melengkapi blog jejaring komunitas Sawit yang lebih dahulu ada. Maksud dan tujuan yang ingin diperoleh adalah lebih merielkan jejaring orang Sawit yang berada di manapun dan memberi sumbangsih yang riel pula bagi Kecamatan Sawit khususnya. Selamat bergabung di jejaring komunitas orang sawit &#8230;.<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sawitcommunity.wordpress.com&amp;blog=6298545&amp;post=1&amp;subd=sawitcommunity&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Blog ini insyaAllah melengkapi blog jejaring komunitas Sawit yang lebih dahulu ada. Maksud dan tujuan yang ingin diperoleh adalah lebih merielkan jejaring orang Sawit yang berada di manapun dan memberi sumbangsih yang riel pula bagi Kecamatan Sawit khususnya.</p>
<p>Selamat bergabung di jejaring komunitas orang sawit &#8230;.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sawitcommunity.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sawitcommunity.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sawitcommunity.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sawitcommunity.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sawitcommunity.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sawitcommunity.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sawitcommunity.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sawitcommunity.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sawitcommunity.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sawitcommunity.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sawitcommunity.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sawitcommunity.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sawitcommunity.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sawitcommunity.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sawitcommunity.wordpress.com&amp;blog=6298545&amp;post=1&amp;subd=sawitcommunity&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sawitcommunity.wordpress.com/2009/01/24/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ede617a81c6340b0e4015517f8a7e324?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">SolusiBisnis</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
